Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.
Thumbnail

Feature

Mengenal Kader Kesehatan: Pemberdayaan Melalui Program PN PRIMA (Bagian 2)

Nidya Eka Putri5 Mar 2026

Kesimpulan > PN PRIMA berperan aktif dalam penguatan layanan kesehatan primer di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi sejak 2021. Program ini dikelola CISDI bersama 12 puskesmas yang tersebar di kedua daerah di Jawa Barat tersebut.

Kader kesehatan merupakan bagian penting dalam sistem kesehatan di Indonesia. Kader kesehatan, atau yang akrab dikenal sebagai kader posyandu, telah lama menjadi jembatan antara program kesehatan pemerintah dan masyarakat di tingkat desa. Peran kader kesehatan semakin krusial dengan adanya konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), ketika posyandu kini melayani seluruh siklus hidup—mulai dari bayi hingga lansia.


Melihat pentingnya peran kader kesehatan, CISDI (Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives) menggagas program PN PRIMA untuk melatih dan memberdayakan kader posyandu. PN PRIMA (Pencerah Nusantara: Puskesmas Responsif-Inklusif, Masyarakat Aktif Bermakna) lahir dari kesadaran bahwa kader kesehatan seringkali bekerja dengan dukungan teknis dan kapasitas yang terbatas.


PN PRIMA berperan aktif dalam penguatan layanan kesehatan primer di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi sejak 2021. Program ini dikelola CISDI bersama 12 puskesmas yang tersebar di kedua daerah di Jawa Barat tersebut. Dalam prosesnya, fasilitator lapangan program CISDI bersama dengan tenaga kesehatan puskesmas meningkatkan kapasitas 465 kader PRIMA–sebutan untuk kader kesehatan di program PN PRIMA–di 38 posyandu binaan.


Melalui pelatihan keterampilan, supervisi suportif, dan Kelas Kursus Kader, PN PRIMA berkontribusi memperkuat deteksi dini dan pendampingan kepada kelompok rentan yang meliputi balita bermasalah gizi, ibu hamil, dan warga usia produktif dengan penyakit tidak menular. Selain itu, kader PRIMA juga didorong untuk dapat memecahkan masalah di wilayahnya dan menyusun inisiatif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.


Menjawab persoalan lapangan lewat inisiatif kader

Inisiatif kader PRIMA menjadi pengingat bahwa dibutuhkan aksi kolektif yang melibatkan masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan kesehatan di suatu daerah.


Dalam penyelenggaraan PN PRIMA beberapa tahun terakhir, telah terselenggaranya sedikitnya 60 inisiatif kesehatan berbasis masyarakat di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi. Dalam program-program itu kader PRIMA berperan mencegah terjadinya penyakit tidak menular, permasalahan gizi, serta menjaga kesehatan ibu dan anak.


Inisiatif kader PRIMA menunjukkan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi dan menangani kebutuhan kesehatan masyarakat yang akhirnya juga akan memperbaiki kesehatan masyarakat setempat.


Salah satu inisiatif kader PRIMA yaitu kegiatan “jemput bola”. Di Posyandu Anggur, Kota Depok, para kader kesehatan memberikan edukasi seputar imunisasi dan gizi kepada masyarakat dari rumah ke rumah. Kader PRIMA akan menempelkan stiker Kartu Rumah Bayi sebagai tanda sudah melakukan pengecekan dan memberikan edukasi kepada orang tua anak.


Dengan cara ini, setiap anak yang imunisasinya belum lengkap dapat diketahui oleh kader kesehatan di masing-masing Rukun Tetangga,” ucap Asmawati, 63 tahun, ketua kader kesehatan Posyandu Anggur.


Kader kesehatan PN PRIMA terlibat dalam diskusi untuk merumuskan kegiatan ke depan bersama pemangku kepentingan lain.

Kader PRIMA terlibat dalam diskusi untuk merumuskan kegiatan ke depan bersama pemangku kepentingan lain. (Sumber gambar: CISDI)


Capaian kader PRIMA di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi

Program PN PRIMA di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi telah menampilkan keberhasilan kader kesehatan yang signifikan. Mereka tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga membantu proses pemulihan layanan esensial pasca pandemi COVID-19. Catatan Tim Program CISDI menunjukkan beberapa keberhasilan kader PRIMA dalam program PN PRIMA, antara lain:

  • Kader PRIMA mengidentifikasi 22.374 kelompok rentan yang belum menerima vaksinasi COVID-19 selama periode pandemi COVID-19.
  • Kader PRIMA membantu 20.120 individu mengakses layanan vaksinasi COVID-19.
  • Melalui edukasi kader PRIMA, sebanyak 5.292 individu menyatakan kesediaan menerima vaksin COVID-19. Dari jumlah itu, 4.528 individu berhasil divaksin.
  • Kader PRIMA mendampingi 83% anak di bawah lima tahun dengan wasting dan/atau stunting di wilayah masing-masing.
  • Kader PRIMA mengukur 1.587 lingkar lengan atas ibu hamil dan mendeteksi 100 ibu dengan kekurangan energi kronis untuk kemudian dilaporkan ke puskesmas setempat.
  • Kader PRIMA mendeteksi 19.081 individu usia di atas 15 tahun dengan penyakit tidak menular.


Capaian tersebut membuktikan bahwa peran kader kesehatan sangat krusial dalam memberikan edukasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat. Sebagai pilar sistem kesehatan yang berkelanjutan, keterlibatan kader kesehatan begitu penting sehingga pemerintah maupun masyarakat perlu terus mengapresiasi peran mereka. Hal tersebut dapat menumbuhkan harapan bagi kader kesehatan agar anggota keluarga semakin sadar tentang pentingnya imunisasi dan pola hidup sehat di masyarakat.


Saya berharap masyarakat mengerti dan paham pentingnya imunisasi, periksa kesehatan pada ibu hamil dan lansia, serta mereka yang masih usia produktif. Saya harap bisa dipahami bahwa semua bahwa itu buat kepentingan kita sendiri, bukan buat orang lain. Istilahnya rajin cek kesehatan rutin setiap bulan,” kata Nur Lela, Ketua Posyandu Flamboyan 1, Puskesmas Limo, Kota Depok.


Bagian pertama artikel ini dapat diakses lewat tautan berikut. Selain itu, CISDI juga telah membuat film dokumenter pendek berjudul "Dari Rumah ke Rumah" yang menceritakan tentang pengalaman tiga kader kesehatan saat melayani masyarakat di wilayah Jawa Barat. Simak film dokumenter pendeknya melalui tautan berikut.


-SELESAI-


Terbaru