Kebijakan cukai dan harga rokok merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian konsumsi. Sayangnya, proses implementasi kebijakan ini sering mengalami hambatan. Industri tembakau memengaruhi persepsi masyarakat maupun pengambil kebijakan lewat disinformasi, serta mengaburkan dukungan positif terhadap kebijakan cukai rokok. Melihat pentingnya suara publik dalam penerapan kebijakan kenaikan harga dan cukai rokok, studi ini bertujuan untuk mengukur dukungan publik dan memahami faktor yang berhubungan dengan kecenderungan untuk memberikan dukungan. Studi ini mengumpulkan data potong lintang (cross-sectional) melalui survei daring dengan kuesioner terstruktur kepada 500 responden. Metode analisis meliputi dua tahap: 1) analisis deskriptif untuk mengidentifikasi distribusi serta pola pada responden, dan 2) analisis statistik inferensial untuk memahami faktor yang berasosiasi dengan dukungan publik terhadap kenaikan cukai dan harga rokok dan besaran kenaikan harga yang publik inginkan.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat dukungan yang besar terhadap kenaikan cukai dan harga rokok, yaitu 7 dari 10 responden studi ini mendukung kebijakan tersebut. Dukungan juga datang dari kelompok perokok aktif, dengan 6 dari 10 responden perokok menunjukkan dukungannya terhadap kenaikan cukai dan harga rokok. Dukungan terhadap kenaikan cukai dan harga rokok berasosiasi positif dengan persepsi bahwa konsumsi rokok adalah masalah yang butuh perbaikan, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah, dan persepsi bahwa kenaikan harga rokok bermanfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, kecenderungan untuk mendukung kenaikan harga lebih kecil pada kelompok perokok aktif dan yang memiliki persepsi bahwa kenaikan harga rokok merugikan petani dan pekerja tembakau. Selain itu, lebih dari separuh responden mendukung kenaikan harga rokok sebesar 25 atau 50% untuk mengurangi konsumsi dan meningkatkan layanan kesehatan. Dukungan ini kontras bila dibandingkan dengan dukungan kenaikan harga yang rendah untuk program pengendalian tembakau dan pelatihan petani maupun pekerja tembakau. Tingkat kepercayaan tinggi terhadap pemerintah berasosiasi positif dan signifikan dengan dukungan terhadap kenaikan harga yang lebih tinggi apabila tujuannya untuk meningkatkan layanan kesehatan. Sebaliknya, menjadi perokok aktif mengurangi kecenderungan untuk memilih kenaikan harga rokok yang lebih tinggi.
.png)
