Pengendalian Tembakau
The Macroeconomic Impacts of Tobacco Taxation in Indonesia: 2025 Update
Studi ini memperbarui dan mengembangkan studi sebelumnya dengan memodelkan dampak kenaikan cukai rokok terhadap variabel makroekonomi utama: konsumsi rokok, penerimaan negara, serta kinerja sektor pertanian, manufaktur, dan ketenagakerjaan.

Dukungan Publik untuk Kenaikan Cukai dan Harga Rokok
Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana dukungan dan persepsi masyarakat terhadap kenaikan harga cukai rokok dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat dukungan tersebut.

Pembuatan Peta Jalan Pengendalian Tembakau
Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) untuk menyusun analisis situasi terkait reformasi kebijakan cukai hasil tembakau di Indonesia.

Cukai Hasil Tembakau dalam Tatanan Kebijakan Nasional
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif posisi dan dinamika kebijakan Cukai Hasil Tembakau dalam sistem tata kelola nasional.

Dukungan dan Hambatan dalam Mencapai Target Kesehatan Lewat Kebijakan Cukai Rokok di Indonesia: Wawancara Mendalam Menggunakan Kerangka SWOT dengan Pembuat Kebijakan
Studi ini bertujuan untuk memahami pandangan, kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman (SWOT), aspirasi, serta opini para pengambil kebijakan terhadap kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) saat ini dan arah reformasinya di masa mendatang.

Dampak Makroekonomi Cukai Rokok di Indonesia: Kajian Terbaru 2025
Studi ini menganalisis dampak ekonomi secara menyeluruh dari reformasi cukai rokok di Indonesia menggunakan analisis Input-Output (IO).

Menteri Keuangan Baru, Momentum Perkuat Cukai Rokok dan Membatalkan Layer Baru
Pergantian Menteri Keuangan menjadi momentum baru untuk meninjau kembali arah dan efektivitas kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Simulasi CISDI: Lapisan Baru Cukai Rokok Berisiko Rugikan Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat
Dokumen ini merupakan ringkasan hasil simulasi CISDI terkait usulan penambahan lapisan tarif cukai rokok baru, Sigaret Kretek Mesin golongan III (SKM III).

Studi CISDI: Naik Dua Kali Lipat dalam Satu Dekade, Beban Ekonomi Akibat Merokok Akan Capai Rp353 Triliun pada 2029
Beban ekonomi akibat konsumsi rokok di Indonesia diestimasi naik dua kali lipat dalam satu dekade dan diproyeksikan mencapai Rp353,32 triliun pada 2029 apabila tren prevalensi merokok tidak segera ditekan. Estimasi tersebut berasal dari studi terbaru Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) yang berjudul “Satu Dekade Beban Ekonomi Merokok di Indonesia, 2019-2029: Estimasi dan Proyeksi Cost-of-Illness pada Perokok Aktif, Perokok Pasif, dan Mantan Perokok”.

Satu Dekade Beban Ekonomi Merokok di Indonesia (2019–2029): Estimasi dan Proyeksi _Cost-of-Illness_ pada Perokok Aktif, Perokok Pasif, dan Mantan Perokok
Prevansi perokok dewasa di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia dan stagnan dalam satu dekade terakhir. Temuan studi ini menunjukkan bahwa beban ekonomi akibat merokok naik 59% dan terus meningkat apabila tanpa intervensi.

.png)