Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.

Mahalkan Rokok! Selamatkan Nyawa 268.000 Orang Setiap Tahunnya

Lemahnya kebijakan cukai rokok membuat banyak rumah tangga di Indonesia lebih banyak menghabiskan uang belanja untuk rokok. Anak jadi kekurangan gizi, stunting tetap tinggi, dan 268.000 nyawa melayang sia-sia setiap tahun. Rokok murah tapi dampaknya mahal bagi hidupmu dan orang di sekitarmu.

Ayo Turut Andil

Rp19.000

Cukup untuk membeli sebungkus rokok — bahkan lebih murah dari makanan bergizi.

Rp265.681

Uang rumah tangga miskin dihabiskan untuk rorok.

5,9 JUTA

Anak Indonesia usia 10-18 tahun sudah mulai merokok.

Sumber foto: Rifqi Raihan Firdaus, Peserta Lokakarya Foto & Video: Kita Berhak Sehat CISDI

#MahalkanRokokMurahkanSembako

Saatnya Bertindak! Kawal Kebijakan Cukai Rokok

Ikut desak Menteri Keuangan agar mereformasi kebijakan berikut:

  • Kebijakan #1
    Menaikkan tarif cukai rokok secara signifikan (minimal naik 25%) untuk tahun 2027 dan berkelanjutan setiap tahunnya.

    Terakhir diperbarui: April 2026
    Belum Terpenuhi
  • Kebijakan #2
    Menyederhanakan struktur tarif cukai agar mengurangi variasi harga rokok.

    Terakhir diperbarui: April 2026
    Belum Terpenuhi
  • Kebijakan #3
    Menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) agar Kenaikan Cukai Berdampak pada Harga Rokok di Pasaran.

    Terakhir diperbarui: April 2026
    Belum Terpenuhi
  • Kebijakan #4
    Melakukan harmonisasi tarif rokok konvensional dan rokok elektronik agar tidak ada peralihan konsumsi.

    Terakhir diperbarui: April 2026
    Belum Terpenuhi

Kenapa Rokok Harus Mahal?

  • 70 juta orang Indonesia kecanduan rokok. (Survei Kesehatan Indonesia, 2023)

  • Rokok jadi pengeluaran terbesar kedua setelah beras. (CISDI, 2023)

  • Rokok bukan kebutuhan pokok, tapi produk berbahaya, uangnya bisa dialihkan ke hal yang lebih penting.

  • Harga tinggi efektif bikin berhenti: 74% perokok akan berhenti jika harganya Rp70 ribu/bungkus. (PKJS-UI, 2018)

6 dari 10

Laki-laki di Indonesia adalah perokok.


Survei Kesehatan Indonesia, 2023

8 dari 10

Orang merokok di dalam rumah, membuat anak-anak berpotensi terpapar asap rokok.


Survei Kesehatan Indonesia, 2023

Rp410 Triliun

Total beban ekonomi per tahun akibat konsumsi rokok, mencapai dua kali lipat dari pemasukan cukai.


CISDI, 2022

Sudah Ada Solusi Sejak Lama: Menaikkan Cukai Rokok

Simulasi WHO tahun 2020 menunjukkan jika Indonesia menaikkan tarif cukai sebesar 10-11% dan mengurangi jumlah jenis layer hingga 5 pada tahun 2022, dapat mengurangi 2,4 juta perokok, mencegah lebih dari 0,5 juta kematian, dan menambah total pemasukan negara dari cukai sebesar Rp191,4 triliun.

Jika cukai rokoknaik 30%maka

Penurunan Konsumsi Rokok:

Rokok Kretek
20,62%
Rokok Putih
14,24%
Jika cukai rokoknaik 45%maka

Penurunan Konsumsi Rokok:

Rokok Kretek
27,74%
Rokok Putih
19,50%
CISDI. (2021). The macroeconomic impacts of tobacco taxation in Indonesia. Jakarta