
Siaran Pers
Obesitas di Indonesia Terus Naik, CISDI Desak Perbaikan Lingkungan Pangan Tak Sehat
CISDI Secretariat • 6 Mar 2026
Jakarta, 7 Maret 2025 - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyoroti narasi obesitas sebagai akibat dari perilaku individu masih tinggi. Padahal, obesitas merupakan persoalan kompleks yang dipengaruhi lingkungan pangan dan kebijakan terkait pemasaran produk tidak sehat.
Tanpa intervensi kebijakan yang kuat, pangan tidak sehat akan tetap menjadi pilihan yang paling mudah dan terjangkau. Absennya perubahan sistematis yang membatasi pangan tidak sehat juga berpotensi meningkatkan prevalensi obesitas pada masyarakat.
“Jika hanya mengandalkan edukasi tanpa memperbaiki sistem pangan, kita akan selalu kalah cepat dengan strategi industri. Karenanya, kebijakan seperti cukai minuman berpemanis, label peringatan depan kemasan, dan pembatasan pemasaran perlu berjalan bersamaan,” ujar Nida Adzilah Auliani, Project Lead for Food Policy CISDI, pada peringatan Hari Obesitas Sedunia 2026 (World Obesity Day 2026) bertajuk “Finding Healthy Food: Misi Keluar dari Lingkungan Pangan Tidak Sehat”, di Gedung Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).
Data global menunjukkan tren obesitas mengkhawatirkan. Pada 2035, setengah populasi dunia (4 miliar orang) diperkirakan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Lonjakan juga terjadi pada anak-anak, dengan prediksi meningkat hingga 60% pada 2030, terutama di negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia.
Regulasi dan kebijakan pembatasan pangan tidak sehat perlu diikuti upaya membangun lingkungan pangan sehat, contohnya melalui kantin. Lingkungan pangan, seperti kantin, merupakan sumber pangan rutin anak, remaja, dan pekerja.
Policy and Advocacy Manager CISDI Fachrial Kautsar mengatakan, anak dan remaja dunia diperkirakan mengkonsumsi sepertiga hingga setengah total asupan mereka di sekolah. Karenanya, standar kantin sekolah juga turut menentukan kualitas pilihan pangan harian anak-remaja. Studi lain menemukan keterhubungan antara kebiasaan makan tidak sehat pekerja dengan makanan di kantin.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Partnership for Healthy Cities, jejaring internasional terkemuka beranggotakan lebih dari 70 kota yang berkomitmen untuk menyelamatkan hidup melalui pencegahan penyakit tidak menular dan cedera, mendorong inisiatif kantin sehat melalui penyusunan Peraturan Gubernur baru tentang Kantin Sehat Jakarta, yang akan memperbaharui Peraturan Gubernur Nomor 140 Tahun 2013 tentang Standar Penyelenggaraan Kantin Sekolah Sehat.
“Rancangan Peraturan Gubernur ini diharapkan dapat memperkuat regulasi kantin sehat yang selama satu dekade terakhir berhasil mengatasi tantangan keamanan pangan melalui penetapan standar gizi. Termasuk di dalamnya tentang pangan bergizi seimbang, beragam, dan aman, lalu pengaturan iklan promosi dan sponsor di wilayah kantin, serta mengatur perluasan tatanan wilayah kantin sehat tidak terbatas pada sekolah, tapi juga perkantoran, fasilitas kesehatan, dan fasilitas publik lainnya,” ujar Fachrial.
Meski Indonesia memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024, keberanian politik mengatur harga, iklan, dan ketersediaan produk tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) masih diperlukan agar pencegahan obesitas efektif.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, CISDI menyampaikan empat rekomendasi utama kepada pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan obesitas di Indonesia, yaitu:
- Terapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dengan kenaikan harga minimal 20% yang terbukti menurunkan konsumsi di lebih dari 100 negara.
- Terapkan label peringatan depan kemasan untuk produk tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) agar konsumen memperoleh informasi jelas.
- Batasi pemasaran produk tinggi GGL, termasuk iklan dan promosi yang menyasar anak dan remaja.
- Penguatan regulasi Kantin Sehat di DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan pangan sehat bagi anak usia sekolah maupun kelompok dewasa produktif.
-SELESAI-
Tentang CISDI
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah organisasi nirlaba yang bertujuan memajukan pembangunan sektor kesehatan dan penguatan sistem kesehatan melalui kebijakan berbasis dampak, riset, advokasi dan intervensi.
Tentang Partnership for Healthy Cities:
Partnership for Healthy Cities adalah jejaring global terkemuka yang terdiri dari lebih dari 70 kota yang berkomitmen untuk menyelamatkan nyawa dengan mencegah penyakit tidak menular (PTM) dan cedera. Didukung oleh Bloomberg Philanthropies bekerja sama dengan WHO dan organisasi kesehatan global Vital Strategies, inisiatif ini memungkinkan kota-kota di seluruh dunia untuk melaksanakan kebijakan atau intervensi program berdampak tinggi guna mengurangi PTM dan cedera di komunitas mereka. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://cities4health.org
Informasi lebih lanjut:
Ori Sanri Sidabutar
Senior Officer for Communication
+62 877 8433 5149
Email: [email protected]
.png)