
Feature
Cegah Penyakit Tidak Menular: Kisah Kader Posyandu Mekar Tanjung 6 di Kabupaten Bekasi
Hanindito Arief Buwono • 12 Feb 2026
Kesimpulan > Kader kesehatan Posyandu Mekar Tanjung 6 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki inisiatif untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular.
Kader kesehatan Posyandu Mekar Tanjung 6 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah mempersiapkan kedatangan masyarakat untuk mengikuti cek kesehatan gratis, Senin, 15 Desember 2025. Pagi itu sembilan kader kesehatan memeriksa kesehatan masyarakat usia produktif hingga kelompok rentan serta mengedukasi tentang penyakit tidak menular (PTM).
Nita adalah salah satu penduduk usia produktif yang hari itu sedang menunggu untuk dicek kesehatannya di Posyandu Mekar Tanjung 6. Perempuan 25 tahun ini ingin mengecek kadar gula darahnya karena sering merasa mengantuk saban pagi.
“Saya ingin tahu saja soalnya setelah makan sering ngantuk terutama kalau pagi. Saya juga sering merasakan kesemutan dan lapar, takutnya gulanya tinggi,” ujar Nita yang datang bersama kedua temannya.
Nita merasa terbantu dengan adanya cek kesehatan gratis di Posyandu Mekar Tanjung 6. Menurut dia, lokasi posyandu yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari rumahnya mempermudah Nita untuk mengakses layanan kesehatan. Selain itu, ia juga memperoleh edukasi kesehatan sehingga bisa mengurangi pola makan yang tidak sehat.
Tidak hanya masyarakat usia produktif yang merasakan manfaat mengikuti cek kesehatan gratis di Posyandu Mekar Tanjung 6. Encah, misalnya, rutin mengecek kesehatannya setiap bulan karena sadar akan kondisi tubuhnya. Perempuan 65 tahun ini adalah penderita hipertensi atau darah tinggi.
“Kaki saya sering sakit, terasa nyeri. Dipakai berjalan juga susah, lutut terasa ngilu-ngilu,” kata Encah.
Kisah Nita dan Encah menggambarkan bahwa risiko penyakit tidak menular dapat mengintai semua orang tanpa pandang umur. Pola hidup tidak sehat, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, tingginya konsumsi gula, dan kurang beraktivitas dapat menjadi penyebab utama meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular.
Foto 1: Kader kesehatan tengah melakukan edukasi penyakit tidak menular ke masyarakat
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan 47,5 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi minuman berpemanis lebih dari satu kali setiap hari. Mengkonsumsi produk makanan atau minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko menderita diabetes tipe 2, penyakit yang diidap 50,2 persen penduduk Indonesia pada 2023.
Edukasi Penyakit Tidak Menular
Kader kesehatan Posyandu Mekar Tanjung 6 adalah bagian dari program Pencerah Nusantara - Puskesmas Responsif, Inklusif, Masyarakat Aktif Bermakna (PN-PRIMA) yang dibesut CISDI. Sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer, kader kesehatan di sana memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pola makan seimbang, menerapkan gaya hidup sehat, serta membangun kebiasaan makan yang mendukung pencegahan penyakit tidak menular (PTM).
Lailawati, 37 tahun, sudah lima tahun menjadi kader kesehatan. Ia menuturkan bahwa Posyandu Mekar Tanjung 6 menggelar posyandu PTM setiap bulan karena sudah menjadi bagian sistem Integrasi Layanan Primer.
Foto 2: Lailawati sedang menceritakan pengalamannya sebagai kader kesehatan
“Jadi ibaratnya dari ompong ke ompong lagi. Dari bayi ompong terus sampai lansia yang ompong dilayani oleh kami (kader kesehatan),” tutur Lailawati.
Ia bercerita bahwa jenis penyakit tidak menular yang sering dialami masyarakat sekitar Posyandu Mekar Tanjung 6 adalah hipertensi dan penyakit gula. Bahkan, sejumlah warga juga mengidap penyakit paru-paru akibat merokok.
Kader Posyandu Mekar Tanjung 6 berinisiatif mengunjungi rumah-rumah warga dan memberikan layanan kesehatan setiap bulan. Kader kesehatan antara lain mengecek langsung kondisi warga yang mengidap penyakit paru-paru.
Namun, kunjungan rumah tersebut tak selalu disambut positif. Adakalanya kader kesehatan menuai penolakan dari masyarakat. Lailawati mengatakan masih banyak penduduk sekitar yang enggan untuk dicek kesehatannya karena takut dengan hasilnya serta khawatir ada banyak larangan makanan.
Kendati kerap mendapatkan penolakan, Lailawati tetap melayani masyarakat dengan senang hati. Ia bercerita bahwa dirinya sangat bangga dapat memberikan edukasi penyakit tidak menular kepada masyarakat sekitar Posyandu Mekar Tanjung 6 melalui konsep CERDIK.
“CERDIK itu C-nya cek kesehatan secara berkala, E-nya enyahkan asap rokok, R-nya rajin aktivitas secara rutin, D-nya diet seimbang, I-nya istirahat yang cukup, K-nya kelola stres,” ucap Lailawati.
Sebagai kader kesehatan dalam program PN-PRIMA, Lailawati menyatakan banyak mendapatkan pengetahuan baru melalui berbagai aktivitas pelatihan dari CISDI. Pengetahuan baru tersebut membuat Lailawati semakin percaya diri dalam mengedukasi masyarakat sekitar Posyandu Mekar Tanjung 6 tentang bagaimana mencegah penyakit tidak menular.
“Terutama dalam masalah edukasi kesehatan. Walaupun saya masih amatiran juga, tapi setidaknya bertambah ilmu. Pokoknya setiap ada penyuluhan atau pelatihan selalu bikin kami puas dan sangat bermanfaat. Kami juga dapat membagikannya kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui arti penyakit tidak menular serta cara pencegahannya,” kata Lailawati.
-SELESAI-
.png)