Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.
Thumbnail

Feature

Dari Tegal ke Global: Kolaborasi PHIL Libatkan Harvard Medical School Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Hanindito Arief Buwono4 Juni 2026

Kesimpulan > Kunjungan tim Harvard Medical School ke Pekalongan dan Tegal pada Mei 2026 menandai peluncuran dan penguatan kolaborasi lintas sektor melalui Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) untuk memperkuat layanan kesehatan primer, riset, pendidikan, dan inovasi kesehatan berbasis komunitas di Indonesia.

Sinar matahari sepenggalah naik saat puluhan warga memadati gedung Puskesmas Karanganyar di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Mei 2026. Keriuhan anak-anak yang didampingi orang tua sambil menunggu giliran pemeriksaan kesehatan gratis menjadi pemandangan lazim di tengah agenda rutin puskesmas tersebut.


Hari itu merupakan momen penting bagi Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetijo, yang menanti kedatangan rombongan Harvard Medical School dari Amerika Serikat. Datang bersama perwakilan CISDI, Universitas Harkat Negeri (UHN), dan PT Tamaris Hidro, tim Harvard ingin melihat langsung perkembangan layanan kesehatan primer di daerah Pekalongan. 


Bowo menyambut kedatangan rombongan Harvard Medical School yang dikepalai Dekan Pendidikan Kedokteran Harvard Medical School Dr. David Golan. Selain Golan, tim Harvard terdiri dari pengajar Harvard Medical School David Duong, MD, MPH; Direktur Transformasi dan Kemitraan Sistem Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Primer Global, Harvard Medical School Bethany Holt, MD, MPH; dan asisten riset Harvard Medical School Neha Bajaj.


Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetijo, menyambut kedatangan Dekan Harvard Medical School untuk memperkuat layanan kesehatan primer

Foto 1: Kepala Puskesmas Karanganyar, Bowo Prasetijo, menyambut kedatangan Dekan Harvard Medical School, Dr. David Golan, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Kunjungan lapangan di Jawa Tengah ini merupakan rangkaian pengenalan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL). Diluncurkan secara resmi di Jakarta pada 7 Mei 2026, PHIL menjadi pusat inovasi dan riset layanan kesehatan primer yang berbasis di Tegal, Jawa Tengah. PHIL adalah kolaborasi multi-sektor antara CISDI, UHN, PT Tamaris Hidro, dan Harvard Medical School.


Selama di puskesmas, Golan dan timnya berdialog dan menyimak pemaparan Bowo Prasetijo. Bowo bercerita, Puskesmas Karanganyar merupakan salah satu puskesmas dengan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi di Kabupaten Pekalongan. Puskesmas Karanganyar telah menjangkau lebih dari 5.000 orang dari total populasi sekitar 49.000 jiwa per April 2026.


“Puskesmas Karanganyar melayani pasien rutin rata-rata 80 orang per hari. Setelah melakukan Cek Kesehatan Gratis, tim promosi kesehatan memberikan edukasi agar pasien yang hasilnya menunjukkan indikasi risiko penyakit dapat datang kembali ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit,” kata Bowo.


Golan beserta tim dari Harvard Medical School beberapa kali melontarkan pertanyaan, di antaranya perihal ketersediaan obat serta vaksin di puskesmas. Tidak hanya itu, Golan juga sempat bertanya tentang prosedur pemberian layanan cek kesehatan gratis dan umum di Puskesmas Karanganyar.


Pengajar Harvard Medical School, David Duong, MD, MPH, beserta Dr. David Golan saat berdialog kepada Kepala Puskesmas Karanganyar Bowo Prasetijo terkait upaya pemberian layanan kesehatan primer

Foto 2: Pengajar Harvard Medical School, David Duong (kiri), beserta Dr. David Golan saat berdialog dengan Kepala Puskesmas Karanganyar Bowo Prasetijo seputar upaya pemberian layanan kesehatan masyarakat, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


“Waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan lengkap sesuai dengan paket layanan kelompok usia adalah 30 menit per pasien, dimulai dari pendaftaran hingga edukasi di akhir,” ujar Bowo menjawab pertanyaan Golan.


Pada akhir kunjungan di Puskesmas Karanganyar, Bowo memandu tim Harvard Medical School berkeliling puskesmas untuk melihat langsung praktik pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat. Golan mendatangi satu per satu layanan, mulai dari layanan lanjut usia (lansia), layanan ibu, hingga layanan gigi.


Pelibatan Sektor Swasta 

Dr. David Golan dan tim dari Harvard Medical School mengunjungi Jakarta dan Jawa Tengah pada 6–9 Mei lalu. Selain hadir dalam acara peluncuran Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) dan memberikan kuliah umum di Jakarta, Golan juga mengikuti serangkaian kunjungan lapangan ke Tegal dan Pekalongan.


PHIL merupakan model kolaborasi lintas sektor yang dirancang untuk menjadi pusat inovasi dan riset yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia. Bertempat di kampus UHN di Tegal, Jawa Tengah, PHIL menggandeng Harvard Medical School sebagai mitra pengetahuan dan berupaya menunjukkan bagaimana kolaborasi berbasis lokasi dapat memberikan masukan bagi diskusi kebijakan tingkat nasional.


PHIL berfungsi sebagai ruang riset dan dialog lintas sektor dengan konteks lokal guna menghubungkan penelitian akademik dengan kebutuhan komunitas. Selain lembaga kesehatan global, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil, keterlibatan PT Tamaris Hidro selaku sektor swasta dinilai penting untuk menghadirkan model kolaborasi yang lebih berkelanjutan.


PT Tamaris Hidro adalah perusahaan induk energi terbarukan yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Didirikan sejak 2011, perusahaan ini beroperasi mengalirkan energi bersih ke berbagai wilayah di Tanah Air.


Salah satu pembangkit milik PT Tamaris Hidro bernama PLTM Lebak Barang di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi pembangkit yang telah beroperasi sejak 10 Maret 2026 tersebut, rombongan Harvard Medical School dan CISDI mesti melewati jalan yang berkelok-kelok dan membelah perkebunan durian.


Sesampainya di lokasi, Presiden Direktur PT Tamaris Hidro Mohammad Syahrial menyambut rombongan dengan menyampaikan bahwa PLTM Lebak Barang dialiri debit air sebesar 18 meter kubik per detik. Aliran air tersebut dapat menghasilkan listrik hingga mencapai 7 Megawatt dan mampu mengaliri listrik hingga 7.000 rumah tangga.


Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, menyambut kedatangan rombongan Harvard Medical School dan CISDI

Foto 3: Presiden Direktur PT Tamaris Hidro Mohammad Syahrial (tengah) menyambut kedatangan rombongan Harvard Medical School dan CISDI, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


PT Tamaris Hidro memiliki pengalaman panjang dalam menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan di wilayah yang jauh dari perkotaan, termasuk di Kabupaten Pekalongan. Berangkat dari pengalaman tersebut, Syahrial mengatakan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah setempat dapat memberikan dampak berganda yang lebih konkret.


“Masyarakat sekitar ikut dalam pembangunan PLTM ini. Selain bekerja untuk mendapatkan uang, warga juga antusias karena berharap konstruksi PLTM cepat selesai sehingga dapat menikmati aliran listrik,” kata Syahrial.


Syahrial kemudian mengajak rombongan untuk melihat bendungan PLTM Lebak Barang. Sepanjang menempuh perjalanan sekitar 10 menit, rombongan menikmati pemandangan Sungai Sengkarang yang menjadi sumber energi utama pembangkit. Sesampainya di bendungan, Dr. David Golan bersama rombongan Harvard Medical School tampak semringah melihat pepohonan yang rimbun mendengarkan gemericik aliran sungai yang cukup deras. Warga setempat bahkan kerap berarung jeram di sungai tersebut.


Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, sedang berbincang perihal PLTM Lebak Barang dengan Bethany Holt, MD, MPH, Direktur Transformasi dan Kemitraan Sistem Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Primer Global, Harvard Medical School.

Foto 4: Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, sedang berbincang dengan Bethany Holt (kanan) tentang PLTM Lebak Barang, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Ruang Kolaborasi Pendidikan dan Riset

Rangkaian terakhir kunjungan Dr. David Golan dan rombongan Harvard Medical School adalah menyambangi Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kota Tegal, Jawa Tengah. Sesampainya di sana, Golan langsung disambut oleh Rektor UHN Sudirman Said beserta jajarannya di halaman kampus yang baru berdiri sejak 30 Juli 2025 tersebut.


Rektor UHN, Sudirman Said, menyambut kedatangan Dr. David Golan

Foto 5: Rektor UHN Sudirman Said (kanan) menyambut kedatangan Dr. David Golan, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Ratusan mahasiswa dan puluhan dosen terlihat berkumpul dan memadati Sport Center Kampus Mataram UHN untuk menanti kedatangan serta menyimak sesi pemaparan David Golan sore itu. 


Sudirman mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, serta pengembangan layanan kesehatan primer.


“Kunjungan Dr. David Golan dari Harvard Medical School ini menjadi salah satu hal penting yang menentukan arah masa depan kampus kami. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di UHN,” kata Sudirman.


Pendiri dan CEO CISDI sekaligus Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UHN, Diah Satyani Saminarsih, menjelaskan kunjungan David Golan beserta rombongan Harvard Medical School ke Tegal merupakan bagian dari rangkaian peresmian PHIL di UHN serta bentuk kolaborasi penting dalam pengembangan layanan kesehatan primer.


Pendiri dan CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih, memberikan paparan di kampus UHN tentang penguatan layanan kesehatan primer

Foto 6: Pendiri dan CEO CISDI Diah Satyani Saminarsih memberikan paparan di kampus UHN, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Dalam paparannya, Diah mengatakan PHIL dirancang menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian maupun pengembangan layanan kesehatan masyarakat.


“PHIL adalah kolaborasi yang sangat baik karena Indonesia membutuhkan penguatan layanan kesehatan primer berbasis riset dan pendidikan,” ujar Diah.


Antusiasme peserta mulai terlihat saat David Golan memulai sesi diskusi dengan mengutarakan pandangannya mengenai perkembangan dunia kesehatan dan pendidikan medis. Ia menekankan bahwa profesi kesehatan pada dasarnya harus berfokus pada pelayanan pasien serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Selain itu, Golan juga membagikan pandangannya tentang pemanfaatan akal imitasi atau kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan. Menurut dia, perkembangan AI akan membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan, mulai dari dokumentasi medis otomatis hingga pengembangan riset medis yang lebih cepat dan akurat.


Dr. David Golan membuka sesi diskusi di kampus UHN tentang penguatan layanan kesehatan primer

Foto 7: Dr. David Golan membuka sesi diskusi di kampus UHN, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Namun, Golan menegaskan bahwa AI tidak akan bisa menggantikan peran tenaga kesehatan sepenuhnya. Menurut Golan, AI akan tetap menjadi alat pendukung dalam meningkatkan pelayanan kualitas kesehatan masyarakat.


“AI memiliki potensi yang hampir tidak terbatas dalam dunia kesehatan. Namun, yang paling penting adalah bagaimana memastikan penggunaannya tetap memperhatikan aspek etika dan kemanusiaan,” ujar Golan.


Diskusi ditutup dengan membuka sesi tanya jawab untuk para mahasiswa serta dosen. Golan meladeni pertanyaan seputar isu burnout tenaga kesehatan, kesehatan mental mahasiswa, hingga implementasi AI dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.


Para pendiri PHIL meresmikan pusat riset penguatan layanan kesehatan primer di kampus UHN.

Foto 8: Para pendiri PHIL meresmikan pusat riset lembaga tersebut di kampus UHN, 8 Mei 2026. (Dok: CISDI)


Rangkaian kunjungan David Golan bersama tim Harvard Medical School diakhiri dengan berfoto bersama puluhan mahasiswa dan dosen UHN. Di Kota Tegal, kedatangan rombongan akademisi dari kampus kedokteran dan pusat penelitian medis kelas dunia asal Kota Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, tersebut menandai babak baru bahwa kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas disiplin keilmuan dan kepakaran dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.


-SELESAI -


Terbaru