Janji Kesehatan Capres: Anies, Prabowo, Ganjar

Siapa yang Paling Mikirin Kesehatan Masyarakat Kita

Kesehatan seringkali menjadi sebuah pilihan politik dari para pemangku kebijakan. Padahal sektor kesehatan merupakan daya ungkit esensial dalam pembangunan, namun seringkali dikesampingkan demi kepentingan ekonomi. Lemahnya sistem kesehatan ketika pandemi COVID-19 berdampak signifikan ke aspek pembangunan ekonomi dan lainnya. Di sisi lain, kesehatan seringkali digunakan sebagai janji kampanye para politisi. Sebagai kebutuhan dasar masyarakat, program dan kebijakan kesehatan yang ditawarkan oleh politisi menjadi daya tarik bagi para pemilih.

Dalam kontestasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 ini, para pasangan calon berlomba menjual ide program kesehatan yang akan dilakukan bila mereka menjabat. Calon pemimpin harus memahami prioritas pembangunan kesehatan, juga melakukan harmonisasi antara sektor kesehatan dan sektor lainnya. Prioritisasi yang tepat dan komitmen politik serta kepemimpinan yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, CISDI mencoba melakukan kajian program dan kebijakan kesehatan para calon presiden dan wakil presiden menggunakan analisis konten dokumen program, peryataan kandidat, dan rekaman video diskusi yang dapat diakses di publik. Kajian ini diharapkan dapat membantu pemilih memahami komitmen calon pemimpin untuk pembangunan kesehatan Indonesia secara berdampak dan berkelanjutan.

*CISDI sebagai organisasi non-profit menegaskan netralitasnya.

Analisis Lengkap

Isu Kesehatan

Pasangan Calon

Penyakit Menular

Penyakit menular merupakan penyakit yang diakibatkan infeksi mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, parasit, atau jamur, yang ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung dari satu orang ke orang lain. Selain itu, ada juga penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Melihat tren urbanisasi, pertumbuhan penduduk, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim, potensi peningkatan penyakit menular baik yang baru maupun yang lama akan meningkat akan mengancam kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, penyakit tuberkulosis (TB), diare akibat infeksi saluran pencernaan, demam dengue, malaria, HIV/AIDS, dan infeksi saluran pernapasan bagian bawah (ISPA) masih menjadi salah satu sumber beban kesehatan tertinggi. Bahkan TB masih menjadi penyebab kematian tertinggi ke-empat di Indonesia. Belajar dari pandemi COVID-19, kejadian luar biasa dan pandemi penyakit menular dapat mendisrupsi kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan, dan juga mengancam sistem kesehatan. Untuk itu, pengendalian penyakit menular diperlukan agar Indonesia dapat menghadapi tantangan masa kini dan masa mendatang.


Halaman terakhir diperbaharui: 04 Februari 2024