Makan Bergizi Gratis
Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspektif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kajian ini merupakan kolaborasi KPAI, CISDI, dan Wahana Visi Indonesia untuk mendorong partisipasi anak dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh tahap penelitian dipimpin oleh peneliti anak agar masukan mereka tersampaikan langsung.

Satu Tahun Prabowo-Gibran, Program-program Prioritas Kesehatan Masih Perlu Evaluasi dan Perbaikan
Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, program prioritas di bidang kesehatan masih menghadapi tantangan besar dan membutuhkan evaluasi menyeluruh.
Seri Ketiga Kajian Makan Bergizi Gratis: Rekomendasi CISDI untuk Mengintegrasikan Program Makan bergizi Gratis dengan Sistem Kesehatan
Makan Bergizi Gratis menjadi program andalan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang bergulir sejak 6 Januari 2025. Kajian ini merupakan seri ketiga yang berfokus pada usulan tata kelola multisektoral, desentralistik, dan terintegrasi dengan sistem kesehatan.

Rekomendasi Bersama Pokja Makan Bergizi Gratis
Rekomendasi ini disusun oleh kelompok kerja masyarakat yang berfokus pada perbaikan tata kelola dan reformulasi regulasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Picu 5.626 Kasus Keracunan, CISDI Mendesak Presiden Prabowo segera Moratorium dan Evaluasi Menyeluruh Program MBG
CISDI mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan sementara atau memoratorium program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh.
%20(1).jpeg)
Koalisi PASTI: Penundaan Cukai MBDK Bukti Pemerintah Tak Serius Melindungi Kesehatan Masyarakat
CISDI dan FAKTA Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Pangan Sehat Indonesia (PASTI) menyatakan kekecewaan atas keputusan pemerintah membatalkan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tahun ini. Penundaan kembali pungutan cukai MBDK sangat disayangkan mengingat kebijakan ini telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Evaluasi Tiga Bulan MBG, Menu Tak Sehat dan Tata Kelola Masih Perlu Dikaji Ulang
Sejak diluncurkan 6 Januari lalu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai sederet persoalan di lapangan. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini terus berkutat dengan masalah keamanan pangan dan kualitas kandungan gizi dalam menu yang disediakan.

Mengandung Pangan Ultra-Proses, Kelompok Masyarakat Sipil dan Akademisi Serukan Menu Makan Bergizi Gratis Segera Dievaluasi Ulang
Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah menu makan bergizi gratis selama Ramadan dengan memasukkan produk pangan ultra-proses sangat disayangkan. Masuknya pangan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak dalam menu makan bergizi gratis (MBG) dapat memberikan efek domino yang justru kontraproduktif dengan tujuan beberapa program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Surat Terbuka: Catatan Koalisi Masyarakat Sipil dan Akademisi Merespons Masuknya Pangan Ultra-proses dalam Program Makan Bergizi Gratis
Koalisi Masyarakat Sipil dan Akademisi memberikan catatan kritis untuk merespons masuknya pangan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Catatan kritis ini bertujuan untuk membangun pemahaman terkait efek domino masuknya pangan ultra-proses.

Soroti Makan Bergizi Gratis, CISDI Bagikan Catatan Kritis Mengenai Tata Kelola dan Regulasi Program
Digulirkan serentak di 26 provinsi sejak 6 Januari, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwarnai serangkaian permasalahan lapangan. Persoalan pada program MBG yang belakangan kerap muncul di publik ditengarai berakar dari lemahnya tata kelola.

.png)