Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.

Makan Bergizi Gratis

Policy Brief: Mendesain Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Sekolah

Dokumen ringkasan kebijakan ini merumuskan analisis perbandingan skema pengolahan pangan berbasis sekolah, teori kerangka perubahan, dan rekomendasi penyaluran MBG berbasis kantin sekolah.

Policy Brief: Mendesain Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Sekolah

Pelaksanaan MBG justru mengganggu tata kelola gizi di Indonesia

Alih-alih menyempurnakan tata kelola gizi yang sudah terbangun, pendekatan MBG justru berlawanan dengan pendekatan sebelumnya. Riset CISDI tahun 2025 menemukan bahwa pelaksanaan MBG terpusat sebatas pada aktivitas BGN dan SPPG.

Pelaksanaan MBG justru mengganggu tata kelola gizi di Indonesia

Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspektif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kajian ini merupakan kolaborasi KPAI, CISDI, dan Wahana Visi Indonesia untuk mendorong partisipasi anak dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh tahap penelitian dipimpin oleh peneliti anak agar masukan mereka tersampaikan langsung.

Kajian Suara Anak: Mengedepankan Perspektif Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Satu Tahun Prabowo-Gibran, Program-program Prioritas Kesehatan Masih Perlu Evaluasi dan Perbaikan

Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, program prioritas di bidang kesehatan masih menghadapi tantangan besar dan membutuhkan evaluasi menyeluruh.

Satu Tahun Prabowo-Gibran, Program-program Prioritas Kesehatan Masih Perlu Evaluasi dan Perbaikan

Seri Ketiga Kajian Makan Bergizi Gratis: Rekomendasi CISDI untuk Mengintegrasikan Program Makan bergizi Gratis dengan Sistem Kesehatan

Makan Bergizi Gratis menjadi program andalan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang bergulir sejak 6 Januari 2025. Kajian ini merupakan seri ketiga yang berfokus pada usulan tata kelola multisektoral, desentralistik, dan terintegrasi dengan sistem kesehatan.

Seri Ketiga Kajian Makan Bergizi Gratis: Rekomendasi CISDI untuk Mengintegrasikan Program Makan bergizi Gratis dengan Sistem Kesehatan

Rekomendasi Bersama Pokja Makan Bergizi Gratis

Rekomendasi ini disusun oleh kelompok kerja masyarakat yang berfokus pada perbaikan tata kelola dan reformulasi regulasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rekomendasi Bersama Pokja Makan Bergizi Gratis

Picu 5.626 Kasus Keracunan, CISDI Mendesak Presiden Prabowo segera Moratorium dan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

CISDI mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan sementara atau memoratorium program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh.

Picu 5.626 Kasus Keracunan, CISDI Mendesak Presiden Prabowo segera Moratorium dan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Jeda untuk Memperbaiki Makan Bergizi Gratis

Program MBG harus menerapkan prinsip kehati-hatian karena besarnya anggaran dan penerima manfaat. Jeda sejenak adalah pilihan.

Jeda untuk Memperbaiki Makan Bergizi Gratis

Koalisi PASTI: Penundaan Cukai MBDK Bukti Pemerintah Tak Serius Melindungi Kesehatan Masyarakat

CISDI dan FAKTA Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Pangan Sehat Indonesia (PASTI) menyatakan kekecewaan atas keputusan pemerintah membatalkan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tahun ini. Penundaan kembali pungutan cukai MBDK sangat disayangkan mengingat kebijakan ini telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Koalisi PASTI: Penundaan Cukai MBDK Bukti Pemerintah Tak Serius Melindungi Kesehatan Masyarakat

Evaluasi Tiga Bulan MBG, Menu Tak Sehat dan Tata Kelola Masih Perlu Dikaji Ulang

Sejak diluncurkan 6 Januari lalu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai sederet persoalan di lapangan. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini terus berkutat dengan masalah keamanan pangan dan kualitas kandungan gizi dalam menu yang disediakan.

Evaluasi Tiga Bulan MBG, Menu Tak Sehat dan Tata Kelola Masih Perlu Dikaji Ulang